[Press Release] Grand Opening Hibah MBKM UNS


Mahasiswa Prodi Ilmu Lingkungan UNS Laksanakan Grand Opening Hibah MBKM Proyek Membangun Desa guna Memberdayakan Masyarakat Lampar Melalui Pemanfaatan Limbah

Foto bersama tim hibah MBKM UNS dengan dosen pembimbing, Kepala Desa, Perangkat Desa, PKK, dan Karang Taruna Lampar

 

Tim Hibah MBKM Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dari Program Studi Ilmu Lingkungan yang terdiri dari 10 mahasiswa melaksanakan program membangun desa di Desa Lampar, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali Jawa Tengah. Proyek membangun desa ini diselenggarakan selama periode 6 bulan atau 1 semester dengan rekognisi sebesar 20 SKS yang dimulai dari Februari - Juli 2022. Kegiatan yang diajukan dengan judul “Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Limbah dengan Pendekatan Ekonomi Sirkular untuk Mewujudkan Desa Mandiri Limbah Tersenyum di Desa Lampar, Tamansari, Boyolali” tersebut secara resmi dibuka dalam kegiatan Grand Opening yang diadakan hari Selasa, 29 Maret 2022 pukul 08.30 - 10.00 WIB. Acara tersebut dihadiri oleh tim hibah MBKM UNS, dosen pembimbing, kepala desa, segenap aparat desa, PKK, dan karang taruna serta perwakilan pemuda di desa Lampar dengan urutan acara sebagai berikut.

  1. Sambutan

  2. Pemaparan Proker

  3. Peresmian dengan pemotongan pita

  4. Doa dan Dokumentasi bersama


Kegiatan Hibah Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) merupakan salah satu kebijakan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang memberikan mahasiswa hak belajar di luar kampus yang disusun 8 aktivitas Merdeka Belajar (MB) yaitu Pertukaran Pelajar, Magang, Kuliah Kerja Nyata Tematik, Kewirausahaan, Studi Independent, Asistensi Mengajar, Kegiatan Kemanusiaan, Penelitian dan tambahan khusus untuk Universitas Sebelas Maret (UNS) adalah Bela Negara. Salah satu skim dari Hibah MBKM ini adalah Kuliah Kerja Nyata Tematik yang dilaksanakan dalam bentuk Proyek di Desa (Membangun Desa). 


Dalam program Hibah MBKM UNS Desa Lampar, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan terfokus pada tema pemanfaatan limbah melalui pendekatan ekonomi sirkuler. Desa Lampar dikenal sebagai Sentra Durian karena potensi perkebunan duriannya, dimana mayoritas penduduk bekerja di sektor perkebunan dan peternakan. Kegiatan peternakan dan perkebunan dari masyarakat tersebut tentunya akan menghasilkan limbah (kotoran, biji, kulit durian, dan lainnya) dengan jumlah yang tidak sedikit, namun masyarakat di Desa Lampar masih belum mengolah limbah tersebut secara optimal. Limbah yang tak terkelola dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.


Maka dari itu, tim Hibah MBKM UNS menemukan solusi atas permasalahan limbah di Desa Lampar untuk dikelola atau diolah dan dapat menjadi peluang penerapan ekonomi sirkular yang bermanfaat bagi pengembangan sektor UMKM lokal maupun pemberdayaan komunitas PKK, dengan harapan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat dan kelestarian lingkungan dapat terjaga. Ekonomi sirkular sendiri merupakan sebuah konsep ekonomi yang mengimplementasikan tingkat konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, yaitu dengan memanfaatkan barang-barang bekas secara maksimum sehingga seimbang antara aspek lingkungan dan ekonomi. 


Pada sesi pemaparan materi, tim hibah MBKM menjelaskan rencana  program yang akan dilakukan dalam pelaksanaan pemberdayaan masyarakat antara lain berupa sosialisasi dan lokakarya pemanfaatan limbah domestik, optimalisasi  pemanfaatan limbah durian dan limbah ternak, pengembangan UMKM Desa Lampar,  inisiasi digitalisasi desa, lomba melukis pot dari botol bekas, serta Gerakan Mandiri  Pangan dan Tanaman Obat Keluarga (PATOGA). Penamaan dari Desa Mandiri Limbah Tersenyum itu sendiri sesuai dengan slogan pembangunan Boyolali, yaitu “BOYOLALI  TERSENYUM” dengan maksud Tertib, Elok, Rapi, Sehat, Nyaman untuk Masyarakat.  Luaran yang diharapkan dari program berikut adalah terciptanya produk hasil  pengolahan dan pemanfaatan limbah dengan pendekatan ekonomi sirkular meliputi  POSPAR (Kompos Lampar), POC (Pupuk Organik Cair), eco enzyme (EE), serta PIPOPAR  (Keripik Pongge Lampar) yang dapat dikomersialkan untuk mengembangkan UMKM  dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Lampar. 


Penutupan Grand Opening selesai kira-kira pukul 10.00 WIB diakhiri dengan sesi foto bersama antara tim hibah MBKM dengan segenap peserta dan undangan. Tidak lupa juga, Prof. Dr. Sunarto, M. S. selaku dosen pembimbing berharap kegiatan yang dilakukan dapat dapat sukses dari awal hingga akhir serta dapat membantu dan memberdayakan masyarakat Desa Lampar. Beliau juga berpesan supaya tim hibah MBKM tetap menghormati masyarakat dan berperilaku sopan selama program berlangsung “Semoga program membangun desa dari UNS ini dapat bermanfaat bagi masyarakat. Dari mahasiswa walaupun sebagian besar dari kota, juga harus ingat untuk saling menjaga sikap dan menghormati (masyarakat) di Desa Lampar,” tutur Prof. Dr. Sunarto, M. S. dalam Grand Opening Hibah MBKM, Selasa (29/02/2022).



Komentar