Lokakarya Pemanfaatan Sampah Anorganik menjadi Ecobrick
Source : Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kupang
Persoalan saat ini yang sedang dihadapi dalam rangka meningkatkan fungsi ekosistem adalah sampah plastik.
Plastik merupakan bahan yang sering digunakan dalam pembuatan segala perlengkapan yang dibutuhkan manusia.
Penggunaan plastik secara terus menerus dapat meningkatkan timbunan sampah dalam jumlah yang besar. Dan
parahnya lagi, plastik memiliki sifat yang sulit terurai. Sehingga diperlukan sebuah pengelolaan sampah plastik
yang ramah lingkungan untuk mengurangi dampak negatif dari sampah plastik. Lalu bagaimana cara mengelola
sampah plastik yang baik?
Ecobrick merupakan salah satu jawaban dari pertanyaan tersebut. Ecobrick berasal dari kata “eco” yang artinya
ramah lingkungan dan “brick” yang artinya bata. Ecobrick merupakan botol plastik yang diisi sampah plastik
dengan padat dan dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan furniture. Ecobrick ini termasuk teknologi
berbasis kolaborasi yang menyediakan solusi limbah padat tanpa biaya untuk kehidupan sehari-hari. Jika reuse
dan reduce sudah sangat sulit, maka ecobrick merupakan solusi. Ecobrick adalah cara lain untuk utilisasi sampah-
sampah tersebut selain mengirimnya ke landfill (pembuangan akhir). Dengan ecobrick kita memiliki kesempatan
untuk mengubah pengorbanan komunitas dan ekosistem dalam mencerna plastik.
Tim Hibah MBKM UNS mengenalkan ecobrick kepada masyarakat Desa Lampar. Masyarakat Desa Lampar
terlihat sangat antusias setelah mengetahui manfaat dan cara pembuatan ecobrick. Kegiatan ini diawali dengan
pembukaan, sesi pemaparan materi terkait penjelasan ecobrick, latar belakang, manfaat, dan dampak bagi
lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik cara membuat ecobrick oleh masyarakat Desa Lampar
dengan dibagi menjadi dua kelompok. Tujuan dilakukan ecobrick ini adalah untuk mengurangi sampah plastik
dan mendaur ulang dengan media botol plastik untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Misalnya dijadikan kursi,
meja, tembok, dan sebagainya. Sosialisasi pembuatan ecobrick dilakukan pada tanggal 20 Mei 2022 pukul
09.00 - 11.00 WIB.
“Pembuatan ecobrick ini sangat bermanfaat karena dapat mengurangi sampah plastik yang terdapat disini.
Ke depannya akan saya sosialisasikan ke masyarakat yang lain supaya manfaatnya dapat tersebar luas.
Saran untuk Tim Hibah MBKM UNS semoga dapat mencari inovasi yang lain, misalnya sebuah mesin
untuk pencacah dan pengambilan sampah plastik,” kata Jumarning dan Mulyono, masyarakat Desa
Lampar, Jumat (20/05/2022).
Poster kegiatan sosialisasi dan lokakarya ecobrick di Desa Lampar, Tamansari, Boyolali.
Komentar
Posting Komentar