Pelatihan Komposting Limbah Ternak dan Kulit Durian sebagai Upaya Mengoptimalkan Limbah
Organik di Desa Lampar
Dokumentasi kegiatan lokakarya komposting limbah durian dan limbah ternak oleh Tim Hibah MBKM UNS.
Program kerja lokakarya pembuatan kompos merupakan salah satu kegiatan utama dari Tim Hibah MBKM
UNS di Desa Lampar. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 7 April 2022 dan berlokasi di Pendopo Balai
Desa Lampar, Kecamatan Tamansari, Boyolali. Acara ini dihadiri oleh masyarakat umum di Desa Lampar.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan pemaparan materi, kemudian di
akhir acara dilakukan praktik pembuatan kompos bersama-sama. Pada kegiatan praktik dipilih tiga orang
perwakilan dari masyarakat Desa Lampar secara sukarela, untuk mengikuti proses pembuatan kompos
limbah kulit durian. Tujuan dilakukan lokakarya pembuatan kompos ini yaitu untuk membantu masyarakat
dalam menangani sampah organik sehingga dapat memberikan manfaat yaitu meringankan beban TPA,
memaksimalkan nilai guna bahan, dan mengurangi penggunaan kompos kimia.
Poster kegiatan lokakarya pembuatan kompos limbah durian di Desa Lampar, Tamansari, Boyolali.
Kompos dapat diartikan sebagai pupuk organik yang berasal dari sisa tanaman dan kotoran hewan yang
telah mengalami proses pelapukan. Kompos bermanfaat besar bagi sektor pertanian maupun perkebunan
sebagai salah satu komponen untuk meningkatkan kesuburan tanah dengan memperbaiki kerusakan fisik
tanah akibat pemakaian pupuk anorganik (kimia) pada tanah secara berlebihan yang berakibat rusaknya
struktur tanah dalam. Menurut penelitian unsur hara dan mineral tanah akan berkurang seiring dengan
kegiatan pertanian yang dilakukan, sehingga kompos dapat berperan untuk mengembalikan kandungan
zat hara dalam tanah.
Pemaparan materi terkait komposting serta manfaatnya bagi lingkungan dan kehidupan.
Berdasarkan penelitian diketahui bahwa pemberian kompos kulit buah durian dengan dosis takaran 20
ton/ha berpengaruh sangat nyata untuk menetralkan sebagian efek meracun Al dalam larutan tanah dan
juga meningkatkan KTK tanah serta pH Tanah. Kompos kulit durian juga diteliti mampu untuk
menyediakan unsur hara N bagi tanaman, sehingga dapat mengurangi pemakaian pupuk anorganik
untuk penambahan N. Dalam penelitian yang berbeda dilaporkan bahwa kompos yang berasal dari
sampah organik mampu mengurangi penggunaan pupuk kimia sampai 50% dari dosis standar pada
tanaman padi. Hal ini sangatlah menguntungkan, mengingat penggunaan pupuk dari limbah organik yang
ditambahkan akan lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan menggunakan pupuk anorganik.
Proses pembuatan kompos limbah kulit durian dan limbah ternak oleh Tim Hibah MBKM UNS bersama
dengan perwakilan warga Desa Lampar.
Dalam pelaksanaan kegiatan ini peserta yang hadir belum memenuhi target karena hanya dihadiri
7 orang peserta dari target yang diharapkan yaitu 10 peserta. Meskipun begitu, peserta yang hadir
terlihat sangat antusias terbukti dari tingginya keingintahuan warga selama proses pembuatan
kompos limbah kulit durian. Output yang diharapkan dari pelaksanaan kegiatan ini adalah
meningkatnya pemahaman dan ketertarikan masyarakat dalam melanjutkan praktek pembuatan
kompos. Lebih lanjut, Tim Hibah MBKM UNS mengatakan besar harapan mereka agar masyarakat
Desa Lampar dapat melanjutkan kegiatan baik yang telah didemonstrasikan hari ini, mengingat pada
musim durian banyak limbah durian hanya dibuang begitu saja dan belum dimanfaatkan secara optimal.
Komentar
Posting Komentar