Pemanfaatan Biji Durian Menjadi Keripik Pongge
The King of Fruits merupakan julukan dari buah durian (Durio zibethinus) yang sangat populer di Indonesia. Jumlah spesies durian yang ditemukan sebanyak 27 jenis tanaman durian, diantaranya ialah Durio kutejensis, D. oxyleyanus, D. dulcis, D. grandifloras, D. testudinarium, dan D. zibhetinus Murr, dan yang buahnya paling enak ialah D. zibethinus (Harmiatun, Sunarto, & Gultom, 2018). Bagian buah yang sering dikonsumsi adalah dagingnya sedangkan bagian buah yang lain hanya sebatas menjadi limbah. Terlebih biji durian belum termanfaatkan secara maksimal padahal biji durian mengandung 51,5% air, 46,2% karbohidrat, 2,5% protein dan 0,2% lemak (Damayanti dkk., 2020). Biji durian yang mentah tidak dapat dikonsumsi secara langsung karena mengandung asam lemak siklopropena yang bersifat beracun, sehingga diperlukan pengolahan terlebih dahulu.
Desa Lampar memiliki potensi menjadi sentra durian namun belum dimanfaatkan secara optimal. Tim Hibah MBKM UNS mengusulkan ide inovatif kepada masyarakat Desa Lampar untuk melakukan pengolahan biji durian yang sudah tidak layak jual supaya dapat dikonsumsi dan diharapkan dapat memajukan UMKM Desa Lampar. Lokakarya pembuatan keripik pongge dilakukan pada tanggal 24 Mei 2022 dan berlokasi di Pendopo Balai Desa Lampar, Kecamatan Tamansari, Boyolali. Kegiatan ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK dengan sangat antusias. Lokakarya pembuatan keripik pongge dimulai pada jam 09.00 - 10.45 WIB, diawali dengan sesi pembukaan, sesi pemaparan materi terkait manfaat pongge durian serta bahan-bahan yang digunakan, dan dilanjutkan dengan kampanye cara menggoreng keripik bersama ibu-ibu PKK. Selanjutnya, ibu-ibu PKK diberi testimoni keripik pongge yang sudah jadi. Keripik pongge ini akan diberi nama PIPOPAR (Keripik Pongge Lampar) dengan persetujuan ibu-ibu PKK.
Komentar
Posting Komentar